Rabu, 05 Oktober 2016

Puisi

Perginya Seorang Wanita Muda
seorang wanita itu membujur kaku
tanpa kata
tanpa bicara
tanpa senyum tersungging di bibirnya
di hadapan empat bocah bawah umur generasinya

hanya tangis bocah – bocah itu memecah segala keheningan
serta jutaan tetes air mata para pelayat
sebagai tanda duka paling dalam

bunga – bunga itu masih segar
dengan bau harum menyayat hati
seorang wanita membujur semakin membeku
dan tidak akan lagi ke empat bocah penerusnya
meghisap air susu dari nya

dalam ayunan kereta empat roda manusia
berpamitan lewat bibir hitam seorang kepala desa
dan keempat bocah bawah umur dalam haru tangisannya

sungguh
mereka kehilangan segala nya
figur, kasih sayang dan belaian manja

semua hanya tertinggal di dalam angan kanak – kanak nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar